Probolinggo, Suaragenerasibangsa.com — Nuansa religius yang khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti kegiatan Dzikirul Haul Masyayikh dan Tasyakur Khotmil Qur’an Bil Hifdzi ke-2 yang digelar di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in Lil-Qur’an, Blado Wetan, Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya perwakilan Bupati Probolinggo, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Dr. H. Samsur, Wakil Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH. M. Balya Firjaun Barlaman, Nyai Hj. Nur Hanna Zamzami (Pengasuh PP Al-Baqarah Lirboyo Kediri), para pengasuh pondok pesantren, tokoh agama, serta wali santri.
Kehadiran Ibu Nyai Hanna membuat suasana khidmad dengan lantunan Sholawatnya serta Syiraman Qolbi, Di antara dawuh beliau nyai Hannah agar supaya doa kita mustajabah hendaknya mengurangi maksiat
Beliau juga berpesan pada para penghafal Al-Quran agar menjaga Istiqomahnya dlm murojaah jangan sampai termasuk dlm golongan orang2 yg di adukan oleh kanjeng nabi kepada Alloh dlm ayat
وَقالَ الرَّسولُ يا رَبِّ إِنَّ قَومِي اتَّخَذوا هذَا القُرآنَ مَهجورًا
Setelah hafal lalu ditinggalkan / tidak mengamalkan isi kandungan Al-Quran
Untuk tau orang itu baik atau tidak bukan dilihat dr banyaknya dia sholat malam, banyaknya dia berpuasa atau banyaknya dia membaca Alqur'an tp dilihat dr bagaimana dia memperlakukan orang lain, berinteraksi dgn orang lain n bagaimana dia memuliakan orang lain itulah tandanyaborang baik
Sementara itu, Wakil Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH. M. Balya Firjaun Barlaman, menegaskan bahwa keutamaan seseorang di sisi Rasulullah SAW tidak diukur dari kekayaan, jabatan, maupun kehebatan semata, melainkan dari seberapa banyak ia bersholawat.
“Orang yang paling berhak mendapatkan syafaat Rasulullah SAW adalah yang paling banyak bersholawat. Inilah bentuk keadilan Allah SWT sekaligus keutamaan yang harus kita amalkan,” tegasnya.
Selain itu, beliau juga menyinggung pentingnya menjaga sanad keilmuan dalam tradisi pesantren. Menurutnya, keilmuan Islam memiliki mata rantai yang jelas dan bersambung hingga kepada Rasulullah SAW, sehingga harus dijaga keberlanjutannya.
Dalam sambutannya, Khodimul Ma'had Hidayatul Mubtadiin Lil Qur'an Blado Wetan Banyuanyar Probolingfo, KH. M Hariri Abu Syujak Probolinggo, Mengucapkan selamat atas keberhasilan santri dalam menyelesaikan hafalan (juz 30 atau sekian juz).
Pesan untuk Penghafal: Mengingatkan bahwa menjaga hafalan (murajaah) lebih sulit daripada menghafalnya, sehingga diharapkan terus belajar dan Mengucapkan terima kasih kepada wali santri atas kepercayaan dan bimbingan, serta mengajak untuk terus memotivasi anak-anak. Berlanjut beliyau menyampaikan informasi bahwa yg di wisuda pada kesempatan yang berbahagia inj diantaranya :
Santri yang wisuda tahfidz 30 juz, Santri yg ikut Riyadhoh dan Santri wisuda MDT Wustho.
Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan berjiwa Qur’ani, serta mampu menjaga kemurnian ajaran Islam melalui tradisi keilmuan yang bersanad.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan lantunan dzikir yang menambah kekhusyukan suasana, sekaligus menjadi wujud rasa syukur atas capaian para santri dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.
