Surabaya, Suaragenerasibanga.com – Kasubdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H., didampingi oleh Kanit, mengikuti Zoom Meeting yang dipimpin langsung oleh Dirtipidter Bareskrim Polri. Pertemuan virtual tersebut menjadi wadah koordinasi nasional untuk membahas langkah strategis dalam upaya penegakan hukum terhadap maraknya praktik pertambangan ilegal di sejumlah wilayah Indonesia.
Rapat koordinasi ini diikuti oleh jajaran penyidik Tipidter dari berbagai Polda, termasuk Polda Jawa Timur. Fokus utama pertemuan adalah penyeragaman langkah penyelidikan, penguatan kolaborasi lintas wilayah, serta peningkatan efektivitas penindakan terhadap kasus-kasus pertambangan tanpa izin yang semakin meresahkan masyarakat dan merusak lingkungan.
Dirtipidter Bareskrim Polri dalam arahannya menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas, profesional, dan terukur, mengingat aktivitas tambang ilegal tidak hanya menimbulkan kerugian negara, tetapi juga berdampak serius pada kelestarian lingkungan serta potensi konflik sosial di daerah. Ia menegaskan bahwa setiap jajaran penegak hukum harus terus memperkuat kapasitas penyelidikan, melakukan analisa lapangan secara komprehensif, serta mempercepat proses penindakan ketika ditemukan unsur pidana.
Dalam kegiatan Zoom Meeting tersebut, peserta juga menerima arahan teknis terkait penguatan strategi penyelidikan, termasuk pemetaan wilayah rawan, teknik pendalaman informasi, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Selain itu, dibahas pula mekanisme pelaporan yang lebih cepat dan terstruktur agar setiap perkembangan kasus dapat dipantau secara real time oleh Bareskrim Polri.
AKBP Damus Asa menyampaikan bahwa Polda Jawa Timur siap mendukung penuh langkah-langkah yang diarahkan oleh Bareskrim Polri. Pihaknya menegaskan bahwa komitmen penindakan tambang ilegal di Jawa Timur terus diperkuat, mengingat sejumlah daerah di provinsi tersebut masih memiliki potensi aktivitas pertambangan tanpa izin yang merugikan warga dan merusak ekosistem.
“Koordinasi ini sangat penting untuk menyamakan persepsi, strategi, serta memperkuat sinergi dalam pemberantasan tambang ilegal. Kami di Polda Jatim berkomitmen menjalankan instruksi pusat dengan maksimal di lapangan,” ujar AKBP Damus Asa setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui koordinasi terpusat dan arahan yang diberikan, diharapkan penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan ilegal dapat dilakukan secara lebih efektif, tepat sasaran, dan mampu meminimalkan kerusakan lingkungan yang selama ini diakibatkan oleh praktik penambangan tanpa izin.
Rapat melalui Zoom Meeting ini juga menegaskan kembali komitmen Polri dalam memberikan perlindungan terhadap sumber daya alam dan memastikan pemanfaatannya dilakukan secara legal, berkelanjutan, dan sesuai peraturan perundang-undangan.
Dengan adanya penguatan strategi dan sinergi lintas wilayah ini, diharapkan pemberantasan pertambangan ilegal di seluruh Indonesia, termasuk Jawa Timur, dapat berjalan lebih optimal serta memberikan dampak nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan masyarakat. ( Yasir)
