Surabaya, Suaragenerasibangsa.com — Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Jawa Timur melakukan audiensi strategis ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial serta nilai-nilai kebangsaan di wilayah Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Koordinator BEM PTNU Wilayah Jawa Timur, Sefty Hasan Khusaini, menegaskan bahwa mahasiswa PTNU memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah yang selaras dengan ideologi Pancasila. BEM PTNU berkomitmen menjadi mitra kritis pemerintah, terutama dalam mengawal berbagai isu krusial yang tengah berkembang di tengah masyarakat.
Diskusi berlangsung secara mendalam dengan menyoroti pengawalan terhadap pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di masa mendatang agar tetap berjalan demokratis dan damai. Secara khusus, BEM PTNU memberikan perhatian pada dinamika konflik yang terjadi di Pamekasan terkait Pilkades, serta mendesak adanya solusi preventif agar ketegangan tersebut tidak meluas. Selain masalah politik desa, audiensi ini juga membahas isu kemanusiaan seperti tingginya angka pernikahan usia dini dan kekerasan dalam rumah tangga yang memerlukan penanganan serius dari pemerintah dan aktivis mahasiswa.
Selain itu, BEM PTNU juga menyinggung mengenai peristiwa pembongkaran makam di Pasuruan yang sempat menyita perhatian publik dan memicu keresahan. Mahasiswa menekankan pentingnya kehadiran pemerintah dalam meredam potensi konflik horizontal terkait isu-isu sensitif di tingkat lokal. BPH BEM PTNU Jatim berharap melalui forum diskusi kebangsaan dan pendidikan politik beretika, sinergi ini dapat memberikan dampak nyata bagi keamanan di daerah.
Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Bapak Eddy Supriyanto, S.STP., M.PSDM., menyambut baik inisiatif tersebut dan mengapresiasi peran aktif BEM PTNU Jatim sebagai agen perubahan. Beliau menegaskan bahwa Bakesbangpol sangat terbuka untuk berkolaborasi dalam menjaga ketahanan ideologi bangsa dan stabilitas wilayah. Audiensi ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat Jawa Timur yang rukun, aman, dan berkeadaban. (sir)
