Langka dan Mahal, Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg Sulit Didapat, Warga Probolinggo–Jember Mengeluh


Probolinggo, Suaragenerasibangsa.com – Kelangkaan LPG non subsidi jenis Bright Gas 5,5 kilogram dan 12 kilogram dikeluhkan masyarakat di wilayah Probolinggo hingga Jember dalam beberapa hari terakhir. Selain sulit ditemukan, harga jual gas elpiji tersebut juga dilaporkan mengalami lonjakan cukup signifikan di tingkat pengecer.

Sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh Bright Gas 12 kilogram meski telah mendatangi beberapa pangkalan maupun agen. Kondisi ini membuat masyarakat harus mencari hingga ke wilayah lain demi mendapatkan kebutuhan gas rumah tangga tersebut.

“Saya sudah mencoba mencari ke beberapa pangkalan, tapi sering kosong. Kalau pun ada, harganya sudah sangat tinggi,” ungkap salah satu warga Probolinggo yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga Bright Gas 12 kilogram kini dilaporkan menyentuh kisaran Rp350 ribu per tabung di sejumlah daerah. Kenaikan tersebut dinilai cukup memberatkan masyarakat, terutama bagi rumah tangga yang selama ini mengandalkan LPG non subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

Perbedaan harga yang cukup jauh dengan LPG subsidi 3 kilogram turut memicu kekhawatiran tersendiri. Sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan beralih menggunakan LPG subsidi karena harga Bright Gas dinilai sudah tidak lagi terjangkau, meskipun tidak semua pengguna memenuhi kriteria penerima subsidi.

Keluhan serupa juga ramai disampaikan masyarakat melalui media sosial. Banyak pengguna mengaku kesulitan mendapatkan Bright Gas di pangkalan maupun toko, sementara harga yang ditawarkan terus mengalami kenaikan.

Kondisi ini turut berdampak pada pelaku usaha kecil seperti warung makan, pedagang kaki lima, dan usaha kuliner rumahan. Kenaikan harga gas membuat biaya operasional meningkat, sehingga sebagian pelaku usaha mulai mempertimbangkan menaikkan harga jual produk mereka.

Para pelaku usaha berharap ketersediaan LPG non subsidi dapat segera kembali normal. Pasalnya, gas elpiji menjadi kebutuhan utama dalam menunjang aktivitas usaha sehari-hari.

Masyarakat pun meminta pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret guna mengatasi kelangkaan tersebut. Pengawasan distribusi serta stabilisasi harga dinilai penting agar kebutuhan energi rumah tangga tetap terpenuhi.

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, warga berharap ketersediaan Bright Gas dapat kembali lancar dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga tidak semakin membebani masyarakat dan pelaku usaha kecil.

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Terkini Lainnya