SDN Jrebeng Lor 3 Probolinggo Gelar Penyembelihan dan Pembagian Daging Kurban


Probolinggo, Suaragenerasibangsa.com – Semangat berbagi dan menanamkan nilai-nilai keislaman mewarnai kegiatan penyembelihan hewan kurban yang digelar SD Negeri Jrebeng Lor 3 Kota Probolinggo pada Sabtu (30/05/2026) pagi. Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Tasyrik ke-3 atau hari tasyrik terakhir tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di lingkungan sekolah.

Sejak pagi hari, para guru, tenaga kependidikan, serta panitia kurban telah berkumpul di area sekolah untuk mempersiapkan proses penyembelihan hewan kurban yang dilakukan sesuai syariat Islam.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan sekolah, namun juga sarana pendidikan karakter bagi para siswa agar memahami makna pengorbanan, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama.

Setelah proses penyembelihan selesai, panitia kemudian melakukan pemotongan dan pengemasan daging kurban untuk didistribusikan kepada penerima manfaat yang telah didata sebelumnya.


Daging kurban yang terkumpul dibagikan kepada warga sekolah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, hingga siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Selain itu, pembagian juga dilakukan secara tertib dengan mengedepankan asas pemerataan agar manfaat kurban dapat dirasakan oleh seluruh pihak yang berhak menerima.

Kepala SD Negeri Jrebeng Lor 3 Probolinggo, Vilaningrum Kusumawati, S.Pd., M.Pd, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan yang terus ditanamkan kepada peserta didik.

Menurutnya, momentum Iduladha menjadi sarana yang tepat untuk mengajarkan arti keikhlasan, kebersamaan, serta semangat berbagi kepada generasi muda.

“Pelaksanaan penyembelihan dan pembagian daging kurban ini merupakan rangkaian peringatan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di SD Negeri Jrebeng Lor 3. Kami memilih melaksanakannya pada Hari Tasyrik ke-3 atau hari terakhir tasyrik sebagai bentuk syukur sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik,” ujar Vilaningrum.

Ia menambahkan bahwa kegiatan kurban di lingkungan sekolah bukan hanya sekadar ritual ibadah, melainkan juga media pembelajaran nyata yang dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat melihat secara langsung proses kurban, memahami makna pengorbanan, dan belajar pentingnya berbagi kepada sesama. Harapannya nilai-nilai tersebut dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.


Sementara itu, Guru Pendidikan Agama Islam SDN Jrebeng Lor 3, Maulana Hamzah, S.Pd.I, menjelaskan bahwa kegiatan kurban menjadi salah satu metode pembelajaran kontekstual dalam memperkenalkan makna Hari Raya Iduladha kepada siswa.

Menurutnya, pendidikan agama tidak cukup hanya diberikan melalui teori di dalam kelas, namun juga perlu diwujudkan dalam praktik nyata yang dapat disaksikan dan dipahami langsung oleh peserta didik.

“Melalui kegiatan kurban ini kami memberikan edukasi kepada siswa tentang makna Hari Raya Iduladha dan sejarah pengorbanan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS. Dengan demikian, siswa tidak hanya mengetahui secara teori, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di dalamnya,” kata Maulana Hamzah.

Ia menambahkan bahwa ibadah kurban merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta membangun karakter religius pada diri siswa sejak usia dini.

“Kami berharap kegiatan ini dapat semakin mendekatkan ketakwaan siswa kepada Sang Pencipta. Selain itu, mereka juga dapat meneladani akhlak para nabi yang penuh keikhlasan, kesabaran, dan kepatuhan terhadap perintah Allah SWT,” lanjutnya.

Di sisi lain, Guru Pendidikan Agama Islam, Nur Azizah Mardiyanah, S.Pd.I, menilai bahwa semangat gotong royong yang terlihat dalam pengumpulan dan pendistribusian daging kurban menjadi pelajaran penting bagi seluruh warga sekolah.

Menurutnya, kepedulian sosial merupakan salah satu nilai utama yang harus ditanamkan kepada peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.

“Pengumpulan daging kurban yang kemudian dibagikan kepada warga sekolah dan siswa yang membutuhkan merupakan bentuk nyata kepedulian antar sesama. Kami ingin menanamkan bahwa kebahagiaan akan terasa lebih bermakna ketika dapat dibagikan kepada orang lain,” ujar Nur Azizah.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana mempererat kebersamaan sekaligus membangun budaya berbagi di lingkungan sekolah.

Dengan terselenggaranya penyembelihan dan pembagian daging kurban pada Hari Tasyrik terakhir tersebut, SD Negeri Jrebeng Lor 3 Probolinggo tidak hanya menjalankan ibadah kurban, tetapi juga menghadirkan pembelajaran karakter yang mengajarkan keikhlasan, ketakwaan, dan kepedulian sosial kepada seluruh peserta didik. (Septyan)

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Terkini Lainnya