Jakarta, Suaragenerasibangsa.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam rentang waktu 27 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga 28 April 2026 pukul 07.00 WIB. Dari hasil pemantauan, banjir serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi jenis bencana yang paling banyak terjadi.
Di Provinsi Jambi, kebakaran lahan terjadi di Desa Simpang Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Senin (27/4). Api menghanguskan lahan seluas kurang lebih dua hektare. Hingga saat ini, penyebab kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan. Tim BPBD setempat berhasil mengendalikan api setelah melakukan upaya pemadaman.
Masih di Jambi, banjir sebelumnya merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun sejak Sabtu (25/4). Sedikitnya enam kecamatan terdampak, antara lain Pauh, Batang Asal, Bathin VIII, Limun, Cermin Nan Gedang, dan Sarolangun.
Data BPBD mencatat sebanyak 1.551 rumah terdampak. Selain itu, lima rumah dan enam jembatan gantung mengalami kerusakan berat, sementara empat rumah dan satu jembatan rusak ringan. Tidak dilaporkan adanya korban jiwa, dan kondisi banjir telah berangsur surut pada Senin (27/4).
Bencana banjir juga melanda Desa Bukit Makmur, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (26/4). Hujan dengan intensitas tinggi memicu meluapnya sungai hingga merendam 28 rumah dan satu fasilitas ibadah. Satu unit jembatan dilaporkan putus akibat derasnya arus. Penanganan darurat telah dilakukan, termasuk koordinasi untuk perbaikan infrastruktur. Banjir di wilayah ini kini telah surut.
Sementara itu, di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, luapan Sungai Benenai menyebabkan banjir di empat kecamatan pada Sabtu (25/4). Dampaknya, sebanyak 647 rumah warga terendam, disertai kerusakan pada lahan pertanian seluas 240 hektare dan tambak sekitar 15 hektare. Tim gabungan telah melakukan pembersihan material sisa banjir serta pendataan lanjutan. Kondisi wilayah dilaporkan mulai pulih setelah air surut.
Di tengah kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih akan terjadi hingga 30 April 2026 di sejumlah wilayah Indonesia. Selain itu, beberapa daerah di Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Selatan juga berada pada kategori rawan kebakaran lahan.
BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, baik yang disebabkan oleh curah hujan tinggi maupun kondisi lahan yang mudah terbakar. Warga diminta untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, menjaga saluran air tetap bersih, serta segera melakukan evakuasi jika situasi memburuk.
Pemerintah daerah juga diimbau untuk meningkatkan pengawasan di wilayah rawan karhutla dan mendorong partisipasi masyarakat dalam pencegahan, termasuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menegaskan bahwa kondisi cuaca saat ini masih berpotensi memicu bencana di berbagai daerah.
“Berdasarkan pemantauan BNPB, kejadian banjir dan karhutla masih cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kami mengingatkan seluruh pihak untuk tidak lengah, mengingat potensi hujan lebat maupun kondisi lahan kering masih dapat memicu bencana lanjutan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya langkah mitigasi sejak dini.
“Kesiapsiagaan harus menjadi prioritas bersama. Pemerintah daerah diharapkan aktif melakukan patroli di wilayah rawan kebakaran, sementara masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, termasuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu bencana,” tambahnya. (Septyan)
