Probolinggo, Suaragenerasibangsa.com – Sebuah kehormatan istimewa diterima Kapolres Probolinggo Kota AKBP Rico Yumasri dalam rangkaian perayaan Yadnya Kasada 2026. Perwira menengah Polri tersebut resmi dikukuhkan sebagai warga kehormatan masyarakat Tengger dalam prosesi adat yang berlangsung di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Minggu (31/5/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi bentuk penghargaan dari masyarakat adat Tengger atas dukungan dan perhatian yang diberikan dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelestarian kawasan Bromo Tengger yang menjadi salah satu destinasi wisata dan budaya unggulan di Indonesia.
Prosesi adat berlangsung khidmat dengan dipimpin Dukun Pandita Romo Sutomo didampingi Kepala Desa Ngadisari Sunaryono beserta istri. Dalam upacara tersebut, AKBP Rico Yumasri bersama sejumlah tokoh dari unsur TNI, pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan menerima gelar kehormatan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Tengger.
Bagi AKBP Rico Yumasri, penghargaan tersebut memiliki makna yang mendalam. Selain menjadi bentuk kepercayaan dari masyarakat adat, pengukuhan itu juga menjadi tanggung jawab moral untuk terus mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di kawasan Bromo Tengger.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan penghormatan yang diberikan masyarakat Tengger. Ini merupakan amanah yang harus kami jaga dengan terus memberikan kontribusi positif bagi keamanan dan ketertiban wilayah," ujar AKBP Rico Yumasri usai prosesi pengukuhan.
Menurutnya, keberadaan kawasan Bromo tidak hanya memiliki nilai ekonomi melalui sektor pariwisata, tetapi juga menjadi pusat budaya dan spiritual masyarakat Tengger yang harus dijaga bersama.
Kapolres menegaskan bahwa Polres Probolinggo Kota akan terus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh adat guna memastikan setiap kegiatan masyarakat berlangsung aman dan nyaman.
Ia menilai harmoni yang selama ini terbangun di tengah masyarakat Tengger merupakan aset berharga yang perlu dipertahankan. Oleh karena itu, kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat adat akan terus diperkuat.
Perayaan Yadnya Kasada sendiri merupakan tradisi sakral yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Tengger. Ritual tersebut menjadi wujud rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi atas berkah yang diterima sekaligus bentuk penghormatan terhadap ajaran leluhur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sejumlah ritual keagamaan sebelum memasuki puncak acara berupa prosesi labuh sesaji ke kawah Gunung Bromo. Dalam ritual itu, masyarakat menghaturkan hasil bumi dan berbagai persembahan sebagai simbol pengabdian serta ungkapan syukur.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo Bambang Suprapto menjelaskan bahwa Yadnya Kasada mengandung nilai-nilai luhur yang mengajarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, menjadi landasan kehidupan masyarakat Tengger yang dikenal menjunjung tinggi toleransi, gotong royong, dan keharmonisan sosial.
Pengukuhan AKBP Rico Yumasri sebagai warga kehormatan masyarakat Tengger pun menjadi simbol eratnya hubungan antara aparat keamanan dengan masyarakat adat. Kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga turut mendukung pelestarian budaya dan tradisi yang menjadi identitas masyarakat Tengger.
Melalui penghargaan tersebut, diharapkan sinergi antara Polres Probolinggo Kota dan masyarakat Tengger semakin kuat dalam menjaga keamanan kawasan Bromo serta melestarikan warisan budaya yang telah menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. (septyan)
