Soroti Kesenjangan Kebijakan Nasional, Aliansi BEMPAS Raya Bedah Satu Tahun Pemerintahan Prabowo - Gibran


Pasuruan, Suaragenerasibangsa.com – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Pasuruan Raya (BEMPAS) menggelar Dialog Publik bertajuk “Bedah Kebijakan: Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di Pendopo Kota Pasuruan, Minggu (09/11/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan nasional serta relevansinya dengan kebutuhan masyarakat daerah.

Ketua Pelaksana kegiatan, Muhammad Qommaruddin, menyampaikan bahwa dialog tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa untuk menilai arah pemerintahan satu tahun terakhir.

“Acara ini bukan sekadar forum untuk menilai, tetapi juga ruang refleksi bagi kita semua untuk melihat sejauh mana janji-janji politik mampu diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Aliansi BEMPAS Raya, M. Ubaidillah Abdi, menegaskan bahwa forum ini tidak dimaksudkan untuk menghakimi, melainkan sebagai upaya menjahit kembali “benang yang putus” antara kebijakan pusat dan realitas di daerah.

“Kita sering merasakan adanya jarak antara keputusan di Senayan dan Istana dengan kondisi riil di gang-gang sempit Kota dan Kabupaten Pasuruan. Di tingkat nasional bicara proyek triliunan, tapi di lokal kita masih menghadapi pungutan liar di dunia pendidikan,” tegasnya.

Forum tersebut juga dihadiri Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, yang menyambut baik kritik dan refleksi dari kalangan mahasiswa. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran kini fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.
“Sehebat apa pun infrastruktur, yang menjalankan tetaplah manusia,” ungkapnya.

Adi Wibowo juga menyebut beberapa program nasional yang sudah terealisasi di Pasuruan, di antaranya Program Makan Siang Bergizi dengan 7 dari 23 dapur umum yang telah beroperasi, serta Program Sekolah Rakyat bagi masyarakat miskin ekstrem.

Namun demikian, Wali Kota memberikan tantangan balik kepada mahasiswa agar tidak berhenti pada kritik semata.

“Gerakan mahasiswa harus bertransformasi menjadi gerakan intelektual praksis. Di Kota Pasuruan, angka penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS masih tinggi. Apakah hal ini sudah menjadi fokus gerakan mahasiswa kita?” ujarnya.

Dialog publik ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai elemen, antara lain Gus H. M. Nailurrochman, S.IP., M.Pd. (Ketua PCNU Kota Pasuruan), Dr. Moch. Mubarok, M.IP. (Pengamat Politik Unesa), Dr. Mochammad Taufiq, M.Pd. (Rektor Uniwara), dan H. M. Rohani Siswanto, SE., MM. (Sekretaris Partai Gerindra).

Kegiatan ini diakhiri dengan seruan bersama untuk memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, khususnya mahasiswa, dalam mewujudkan pembangunan yang berpihak pada rakyat.

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Terkini Lainnya