Probolinggo, Suaragenerasibangsa.com – Festival Pohsangit Kidul Tahun 2026 menjadi pembuka festival kelurahan di awal tahun sekaligus langkah konkret mendukung program 100 hari kerja Wali Kota Probolinggo. Kegiatan yang digelar Minggu (15/2) di halaman Kantor Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, berlangsung meriah dan penuh partisipasi warga.
Mengusung konsep “3 Fun” yakni Fun Bike, Fun Walk, dan Fun Zumba, ratusan warga dari berbagai kalangan memadati lokasi sejak pagi. Energi kebersamaan terasa kuat—sehat, kompak, dan produktif.
Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, hadir didampingi Ketua TP PKK, dr. Evariani. Ia menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga yang dinilai selaras dengan program Probolinggo Bersolek—sebuah gerakan yang tidak hanya menata fisik kota, tetapi juga membangun masyarakat yang sehat, kreatif, dan berdaya saing.
“Ini langkah awal yang sangat baik. Jika masyarakat sehat dan kompak, maka Probolinggo Bersolek akan terwujud lebih cepat,” tegasnya.
Menurut Aminuddin, kelurahan memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pembangunan. Festival ini menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat terlibat langsung dalam menggerakkan perubahan, bukan sekadar menjadi penonton.
Tak hanya olahraga, festival juga diramaikan lomba mewarnai bagi anak-anak sebagai ruang mengasah kreativitas sejak dini. Wali kota menekankan pentingnya investasi pada generasi muda.
“Kreativitas adalah kunci inovasi masa depan. Kita bertanggung jawab mendukung anak-anak agar tumbuh sehat, cerdas, dan kreatif,” tambahnya.
Ketua TP PKK dr. Evariani turut mengapresiasi peran kader dan ibu-ibu PKK yang aktif menggerakkan kegiatan. Ia menegaskan bahwa keluarga adalah fondasi utama pembangunan sosial.
“Ketika keluarga sehat dan aktif, lingkungan pun kuat. Kegiatan seperti ini harus terus digalakkan,” ujarnya.
Festival ini juga memberi dampak ekonomi langsung. Wali Kota dan Ketua TP PKK menyempatkan mengunjungi stan UMKM Kelurahan Pohsangit Kidul, berdialog dengan pelaku usaha, serta membeli sejumlah produk sebagai bentuk dukungan nyata. Transaksi UMKM dan pedagang kaki lima berlangsung aktif sepanjang kegiatan.
“Dengan kegiatan seperti ini, ekonomi bergerak dan masyarakat merasakan manfaatnya. UMKM adalah tulang punggung ekonomi, dan harus terus kita dorong agar naik kelas,” tegas Aminuddin.
Lurah Pohsangit Kidul, Muhammad Lutfi Mawahid, menyampaikan festival terselenggara berkat kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen masyarakat bersama Pokmas Srikandi. Ia berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin yang memperkuat identitas dan kebanggaan warga.
Suasana semakin semarak saat sesi Fun Zumba menghadirkan ZIN dari Sanggar Senam Elizabeth dengan iringan musik enerjik. Kemeriahan ditutup dengan pengundian door prize, mulai dari mesin cuci, kipas angin, hingga berbagai hadiah hiburan yang disambut antusias peserta.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Kademangan beserta istri, para lurah se-Kecamatan Kademangan, serta unsur Forkopimcam.
Festival Pohsangit Kidul 2026 menunjukkan satu hal sederhana namun penting: ketika warga bergerak bersama, pembangunan tak lagi sekadar slogan. Ia menjadi gerakan kolektif yang nyata dari halaman kelurahan, untuk wajah kota yang lebih sehat dan produktif. (dm)
