Probolinggo, Suaragenerasibangsa.com – Dokter Aminuddin kembali menegaskan komitmennya membangun kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan keagamaan. Hal itu disampaikan saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Assulthon di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Sabtu (14/2) sore.
Kehadiran wali kota disambut hangat pengasuh ponpes, Kiai Habibi Musthofa, jajaran pengurus, serta para santri. Kunjungan tersebut bertepatan dengan momentum Imtihan santri.
“Iya ini kebetulan di Assulthon ada Imtihan, kemudian karena acaranya malam dan nanti ada agenda lain, maka kami datang lebih awal,” ujar Aminuddin usai bertemu pengasuh ponpes.
Ia mengakui sudah beberapa bulan belum sempat bersilaturahmi. Momentum ini dimanfaatkannya untuk mempererat komunikasi sekaligus berdiskusi ringan terkait perkembangan pendidikan di lingkungan pesantren.
“Sudah lama saya silaturahmi ke Assulthon. Ini kesempatan baik bisa ketemu Kiai Habibi, ngobrol-ngobrol,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aminuddin menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan, termasuk pesantren, dalam mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurutnya, pembangunan tidak bisa berjalan maksimal tanpa sinergi semua elemen.
“Kami ingin semua pihak, termasuk Ponpes Assulthon, membantu peningkatan IPM dengan peran yang aktif. Sinergi Pemerintah Kota dengan semua pihak, makin banyak kita berkolaborasi tentu makin kuat proses pembangunan di Kota Probolinggo,” tegasnya.
Ia juga berpesan kepada para santri agar terus meningkatkan semangat belajar dan prestasi. Pendidikan yang kuat, menurutnya, menjadi fondasi utama menghadapi tantangan zaman.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Assulthon, Kiai Habibi Musthofa, mengaku bersyukur atas kehadiran wali kota. Menurutnya, kehadiran kepala daerah memberi semangat tambahan bagi para santri, terlebih kegiatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian peringatan ulang tahun santri.
“Alhamdulillah pak wali hadir, jadi anak-anak senang. Kehadiran beliau menambah support bagi anak santri,” ujarnya.
Kiai Habibi menjelaskan, Imtihan digelar setelah para santri menyelesaikan ujian. Rangkaian kegiatan diisi berbagai lomba selama beberapa hari, di antaranya hafalan Al-Qur’an, hafalan Juz Amma, hingga lomba menyanyi untuk tingkat TK dengan hadiah beragam.
Turut mendampingi wali kota dalam kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Budiono Wirawan, Kabag Kesra Andri Purwanto, Camat Kademangan Abdi Firdaus, serta Plt. Lurah Triwung Kidul Sudarko.
Silaturahmi ini menjadi penegasan bahwa pembangunan kota tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan pendidikan dan karakter generasi muda. Kolaborasi yang konsisten, bukan sekadar seremoni, menjadi kunci. (sdc)
