Probolinggo, Suaragenerasibangsa.com – Semangat gotong royong kembali terasa kuat di lingkungan RW 10, Kelurahan Mangunharjo, Jumat (13/2/2026). Di depan balai RW setempat, ratusan warga memadati lokasi kegiatan rutin “Jumat Berkah” yang digagas Ketua RW 10 bersama seluruh elemen masyarakat. Kegiatan sosial tersebut turut dihadiri Lurah Mangunharjo, Ikrom Widya Utama, serta jajaran pengurus PKK.
Sebanyak 531 kotak makanan dibagikan secara gratis kepada warga. Bantuan tersebut merupakan hasil swadaya dan donasi masyarakat yang secara konsisten mendukung program berbagi setiap Jumat Manis.
Di sela kegiatan, Lurah Mangunharjo menyampaikan apresiasi atas kekompakan pengurus RW dan seluruh warga. Ia menilai, kegiatan ini bukan sekadar pembagian makanan, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial yang tumbuh dari bawah.
“Alhamdulillah, pagi hari ini di depan Balai RW 10 dilaksanakan kegiatan Jumat Berkah. Saya menyampaikan apresiasi kepada Ketua RW 10, seluruh Ketua RT, ibu-ibu kader, serta tokoh lingkungan yang terus menjaga semangat berbagi,” ujar Ikrom Widya Utama.
Menurutnya, kegiatan rutin tersebut memiliki tiga tujuan utama berbagi kepada sesama, meningkatkan kepedulian sosial, dan mempererat tali silaturahmi antarwarga. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang setiap pekan turut menyisihkan rezekinya.
“Mudah-mudahan kita tetap kompak, meningkatkan budaya gotong royong untuk meningkatkan kepedulian sosial. Luar biasa RW 10, apalagi Pak RW-nya ini banyak inovasinya,” tambahnya.
Ketua PKK RW 10, Lianda Sumardiana, menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Manis kali ini berjalan lancar berkat dukungan warga. Ia berharap program tersebut terus berkembang dan memberi manfaat luas.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar. Semoga ke depan semakin sukses dan membawa keberkahan. Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap iman semakin meningkat dan warga RW 10 diberikan kesehatan, panjang umur, serta rezeki yang barokah,” tuturnya.
Data panitia mencatat, total 531 kotak makanan berhasil dikumpulkan dan dibagikan. Angka tersebut mencerminkan tingginya partisipasi warga dalam mendukung kegiatan sosial di lingkungannya. Bahkan, ke depan panitia berencana memperluas jangkauan pembagian dengan menggelar kegiatan di pinggir jalan besar agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat umum.
Sementara itu, Ketua RW 10, Didik Tambeng, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan inovasi khusus menyambut bulan suci Ramadhan. Konsep Jumat Berkah akan tetap berjalan, namun dengan format berbeda.
“Insya Allah di bulan Ramadhan tetap ada Jumat Berkah, tapi versinya ‘mentahan’, seperti sayur-sayuran dan bahan pokok untuk persiapan sahur atau berbuka puasa,” jelasnya.
Program tersebut dirancang agar warga dapat mengelola sendiri bahan makanan sesuai kebutuhan keluarga masing-masing. Selain itu, RW 10 juga akan meluncurkan “Pasar Ramadhan Empati” mulai hari pertama puasa. Saat ini, delapan tenda telah disiapkan dan jumlahnya berpotensi bertambah sesuai antusiasme pedagang dan warga.
Ketua panitia, yang akrab disapa Pak Yoyo, menambahkan bahwa seluruh program ini bertujuan mengguyubkan warga dari RT 01 hingga RT 10. Ia menilai kekompakan sosial harus terus dirawat melalui kegiatan konkret, bukan hanya slogan.
“Kita ingin seluruh warga merasa memiliki kegiatan ini. Dari RT 01 sampai RT 10, semuanya terlibat. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk program-program berikutnya,” ujarnya.
Kegiatan Jumat Berkah RW 10 Mangunharjo menjadi contoh bagaimana inisiatif lokal mampu membangun solidaritas sosial secara berkelanjutan. Tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan eksternal, warga membuktikan bahwa kepedulian dapat tumbuh dari lingkungan terkecil.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi, langkah sederhana seperti berbagi makanan dan merancang pasar empati justru menjadi fondasi kuat dalam membangun ketahanan sosial. RW 10 menunjukkan bahwa inovasi sosial tidak harus besar dan mahal, tetapi konsisten dan tepat sasaran.
Dengan komitmen bersama antara pengurus RW, PKK, tokoh masyarakat, serta dukungan pemerintah kelurahan, program Jumat Berkah dipastikan akan terus berlanjut. Harapannya satu: lingkungan yang kompak, peduli, dan saling menguatkan. (Septyan)
