Probolinggo, Suaragenerasibangsa.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menerima kunjungan PT Rekadaya Indotama (Vingroup), perusahaan kendaraan listrik asal Vietnam, dalam rangka penjajakan investasi di Kabupaten Probolinggo. Pertemuan ini diadakan di ruang pertemuan Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (7/4/2026).
Yudha Bhakti, perwakilan PT Rekadaya Indotama, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemkab Probolinggo. Ia menilai wilayah Kabupaten Probolinggo memiliki potensi strategis sebagai jalur Pantura sekaligus destinasi wisata yang berkembang.
"Kami berkomitmen membangun 150 ribu fasilitas pengisian daya di Indonesia, dengan 50 persen berada di Pulau Jawa. Probolinggo menjadi perhatian khusus kami dan menjadi yang pertama di Jawa Timur," ujar Yudha Bhakti.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, menerima investor kendaraan listrik dan menyatakan bahwa pembangunan fasilitas pengisian daya sangat dibutuhkan di Kabupaten Probolinggo. "Selama ini masyarakat masih banyak menggunakan listrik rumah tangga untuk pengisian daya, sementara fasilitas umum masih terbatas dan lokasinya cukup jauh. Ini tentu menjadi peluang besar jika dapat dikembangkan di daerah," ungkapnya.
Anggota TP2D Kabupaten Probolinggo, Hamim Wajdi, menegaskan bahwa investasi ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis lingkungan serta penciptaan lapangan kerja baru.
Dengan adanya penjajakan ini, diharapkan kerja sama dapat segera terealisasi dan memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi serta percepatan transformasi energi bersih di Kabupaten Probolinggo.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah Kepala OPD terkait, yang turut menerima kehadiran investor kendaraan listrik.
PT Rekadaya Indotama telah mengembangkan produksi kendaraan listrik secara lokal di Indonesia, dengan pabrik seluas 100 hektare di Subang. Perusahaan ini juga merencanakan distribusi puluhan ribu kendaraan listrik di luar Jabodetabek untuk mendukung operasional ojek online, dengan skema hingga 2.000 unit per daerah.
Program ini juga dilengkapi dengan fasilitas pengisian daya gratis selama tiga tahun, dan telah mulai dijalankan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak seperti PT Pos Indonesia, PT KAI, serta pemerintah daerah di Depok dan Semarang. (red)
