Pemberangkatan dua kloter CJH musim haji 1447 H/2026 ini
turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto,
jajaran Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten
Probolinggo Moh. Barzan serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dan tokoh agama setempat.
Sebanyak 752 jamaah tersebut masing-masing terdiri dari 376
orang pada Kloter 1 dan 376 orang pada Kloter 2. Mereka diberangkatkan menuju
Asrama Haji Sukolilo Embarkasi Surabaya menggunakan 18 armada bus.
Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Fahmi AHZ menyampaikan
secara keseluruhan jumlah CJH Kabupaten Probolinggo tahun ini mencapai 1.204
orang dan masih berpotensi bertambah. Pemberangkatan dibagi dalam empat kloter,
di mana tiga kloter penuh berasal dari Kabupaten Probolinggo dan satu kloter
bergabung dengan daerah lain.
“Hari ini kita memberangkatkan 752 calon jamaah haji yang
tergabung dalam kloter 1 dan 2. Selanjutnya, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari
nanti akan diberangkatkan kembali 452 jamaah yang tergabung dalam kloter 3 dan
4,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Probolinggo bersama Kementerian
Haji dan Umrah telah mempersiapkan para jamaah melalui serangkaian manasik haji
sebagai bekal dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Kami bersama
Kementerian Haji dan Umrah telah melaksanakan manasik haji sebagai bekal bagi
para jamaah. Selain itu, seluruh jamaah juga telah menjalani pemeriksaan
kesehatan dan dinyatakan layak untuk diberangkatkan,” jelasnya.
Wabup Fahmi berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah
haji dengan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan
memperoleh predikat haji mabrur. “Mudah-mudahan seluruh jamaah diberikan
kesehatan, kekuatan, kesabaran dan kelancaran dalam menjalankan ibadah haji.
Berangkat dengan selamat dan kembali ke Kabupaten Probolinggo juga dalam
keadaan selamat serta menjadi haji yang mabrur,” tambahnya.
Diketahui, jamaah tertua dalam rombongan tahun ini berusia 90 tahun atas nama Sarikuna Kasiati dari Desa Jatiadi Kecamatan Gending. Sementara jamaah termuda berusia 16 tahun, yakni Ma’i Muhammad Chandra asal Desa Jorongan Kecamatan Leces. (Septyan)
