GMBQ Tebar Cahaya Mushaf di TPQ Nurul Jadid 2, Blado Kulon


Probolinggo, Suaragenerasibangsa.com – Gerakan Media Berbagi Al-Qur’an (GMBQ) kembali menjalankan agenda rutinnya dengan menyalurkan wakaf mushaf Al-Qur’an ke TPQ Nurul Jadid 2, Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Minggu (26/4/2026) pagi.

Penyaluran dipimpin oleh Ketua GMBQ B. Prasojo. Bersama dirinya, hadir Sekretaris GMBQ Septyan Dwi Cahyo, Humas GMBQ Saila Al Arim, serta partisipan GMBQ yang ikut mengawal proses distribusi hingga tuntas.

Ustadz Ahmad Taufiq selaku Ketua TPQ Nurul Jadid 2 berdiri di pintu menyambut tamu. Dengan senyum lebar, ia menjabat tangan satu per satu relawan GMBQ. “Sugeng rawuh, ini hari yang kami tunggu,” ucapnya singkat.

Sejak 2022, GMBQ konsisten bergerak sebagai jembatan donasi. Seluruh mushaf yang disalurkan pagi itu adalah amanah dari para donatur yang mempercayakan infaknya melalui GMBQ. Tanpa mereka, roda gerakan ini tak akan berputar.

B. Prasojo menyebut TPQ Nurul Jadid 2 sebagai titik ke-19 penyaluran GMBQ sepanjang 2026. “Setiap titik punya cerita. Di sini, ceritanya tentang semangat santri yang tak padam meski mushafnya terbatas,” katanya saat memberi sambutan.

Dalam pernyataannya, B. Prasojo menekankan bahwa wakaf bukan soal angka, melainkan soal dampak. “Kami bawa mushaf, tapi yang lebih penting kami titipkan doa dari para donatur. Semoga menjadi penerang bagi santri untuk mencintai Al-Qur’an, bukan hanya membaca,” ungkapnya.

Ustadz Ahmad Taufiq mengamini. Ia bercerita, kegiatan mengaji di TPQ-nya berjalan setiap ba’da Ashar hingga Magrib. Dengan santri lebih dari 20 anak, mushaf yang tersedia hanya 3. “Jadi rebutan itu biasa. Kadang ada yang nangis karena ada Al - Qur'an yang kondisi rusak,” tuturnya.

Karena itu, kedatangan GMBQ pagi ini disebutnya sebagai ‘angin segar’. “Alhamdulillah, terima kasih GMBQ dan seluruh donatur. Ini bukan sekadar buku. Ini masa depan anak-anak kami. Semoga Allah balas dengan surga,” ucap Ustadz Ahmad Taufiq.

GMBQ sendiri tidak membatasi penyaluran hanya untuk TPQ. Musholla, masjid, dan rumah tahfidz di Probolinggo dan sekitarnya juga masuk dalam radar distribusi mereka. Kuncinya satu: ada kebutuhan, ada verifikasi, lalu ada penyaluran.

Soal transparansi, GMBQ sudah menjadikannya standar kerja. Setiap rupiah donasi dan setiap mushaf yang keluar-masuk dicatat. Dokumentasi foto dan video wajib diunggah sebagai laporan terbuka kepada publik.

Humas GMBQ Saila Al Arim menutup kegiatan dengan ajakan kolaborasi kebaikan. Ia mengundang siapa pun untuk ikut program wakaf mushaf yang nominalnya dibuat terjangkau.

“Donasi wakaf mulai Rp 25.000,- untuk Al-Qur’an kecil yang praktis dibawa santri, dan Rp 75.000,- untuk Al-Qur’an besar dengan khat yang lebih jelas. Satu huruf dibaca, sepuluh kebaikan untuk pewakaf. Mari hitung sendiri pahalanya kalau satu juz,” kata Saila.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Saila memastikan seluruh momen penyaluran di TPQ Nurul Jadid 2 hari ini dapat disaksikan di Akun Facebook Dokumentasi Kegiatan Gmbq dan TikTok @gmbq_kotakab.probolinggo. “Kami terbuka. Karena ini amanah umat,” pungkasnya. (Septyan)

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Terkini

Terkini Lainnya