Probolinggo, Suaragenerasibangsa.com – Upaya peningkatan mutu layanan pendidikan madrasah terus digencarkan oleh Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Pakuniran. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi pembaruan sistem Education Management Information System (EMIS) yang digelar bersama Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA), Senin (27/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula MI Tahdzibun Nasyiin Sogaan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, yakni Suki, A.Ma, dan Nunung Zainullah. Keduanya memberikan pemaparan teknis terkait pembaruan sistem EMIS serta optimalisasi penggunaan aplikasi data madrasah.
Peserta yang terdiri dari kepala madrasah dan operator data tampak antusias mengikuti sesi demi sesi. Mereka dibekali pemahaman terkait pentingnya akurasi data serta ketepatan waktu dalam proses pelaporan yang menjadi bagian krusial dalam tata kelola pendidikan berbasis digital.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah, khususnya dalam pengelolaan data. Dengan sistem yang terus berkembang, kemampuan operator dalam mengoperasikan aplikasi menjadi faktor penting dalam mendukung kebijakan pendidikan yang berbasis data.
Ketua KKMI Pakuniran, Hidayatullah, M.Pd, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara kepala madrasah dan operator. Menurutnya, sinergi yang baik akan berdampak langsung pada kualitas data yang dihasilkan.
“Pengelolaan data tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan komunikasi yang intens dan kerja sama yang solid agar tidak terjadi keterlambatan maupun kesalahan dalam pelaporan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh madrasah mampu menjaga kedisiplinan dalam memenuhi tenggat waktu yang telah ditentukan, mengingat data yang disampaikan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan di tingkat yang lebih tinggi.
Melalui kegiatan ini, KKMI Pakuniran berharap seluruh madrasah di wilayahnya semakin siap menghadapi tuntutan digitalisasi pendidikan. Tidak hanya unggul dalam proses pembelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan tata kelola data yang profesional, akurat, dan sesuai standar nasional.
Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam mendorong madrasah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu bersaing dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di era berbasis data. (Septyan)
